Sasha sangat suka ngemil. Makanan kesukaannya adalah es krim stroberi, coklat kacang, dan biskuit. Lihat kulkas Sasha, hampir semua isinya adalah makanan manis punya Sasha.
Di kulkas atas ada es krim stroberi, vanila, dan coklat. Di kulkas bawah, ada biskuit stroberi, wafer pisang, dan susu coklat. Kamu tahu? Sasha bisa menghabiskan semuanya sendirian!
"Sasha, kalau makan terlalu banyak, nanti kamu jadi sakit perut. Dan, jangan bawa makananmu ke dalam kamar. Nanti banyak semut." kata Mama menasehati Sasha. Tapi bukannya mendengarkan Mama, Sasha malah membawa makanan itu ke kamarnya diam-diam. Ia menaruh biskuit stoberi, wafer pisang, coklat, dan susu di bawah ranjangnya. Karena takut ketahuan Ibu, Sasha menutupinya dengan handuk kecil.
Di malam hari, Sasha makan biskuit-biskuit itu di atas ranjang. Sasha juga diam-diam mengambil eskrim stroberi dari kulkas atas. Karena ia kurang tinggi, Sasha memanjat kursi dan menyimpan es krim stroberi di kantong baju tidurnya.
"Hm, enaknya makan di atas ranjang!" kata Sasha menjilati es krim stroberinya. Es krimnya menetes-netes ke baju dan ke atas ranjang, tapi Sasha tidak tahu. Sasha pun tertidur dengan ranjang penuh remah-remah biskuit.
Paginya, Sasha sangat kaget. "Mamaaa... Badanku merah-merah semua!" Sasha menjerit. Ia menggaruk lengannya yang bentol-bentol.
"Kenapa badanmu merah-merah begitu, Sha? Jangan digaruk-garuk." kata Mama mengolesi lengan Sasha dengan minyak kayu putih. Mama melihat baju Sasha yang penuh coklat dan bekas es krim. "Sasha, bilang sama Mama. Kamu habis ngapain?"
Sasha takut bilang. Ia tak mau Mama tahu tentang cemilan di bawah ranjang. Jadi, Sasha cuma diam. Tapi mama langsung menengok ke kamar Sasha. Dan mama terkejut sekali. Ada barisan semut merah sedang bergerak menuju kolong ranjang Sasha. Bukan cuma itu, semut-semut lain juga sudah mengerumuni remahan biskuit di atas ranjang tempat Sasha tidur! Mama menemukan bungkus biskuit, kotak susu coklat, dan bungkus es krim yang disembunyikan Sasha di kolong ranjang.
"Oh, jadi ini yang bikin Sasha bentol-bentol." kata Mama menggeleng-gelengkan kepala. Sasha tertunduk. "Iya, Ma, semut-semut itu nakal. Mereka gigit aku." sahut Sasha menyalahkan semut-semut.
"Sasha, kamu tahu? Semut suka makanan manis. Dan kamu yang membuat semut-semut itu datang. Bukan semutnya yang nakal. Sekarang, lihat kan? Badanmu jadi bentol-bentol dan kamarmu jadi sarang semut. Kalau kamu nggak bersihkan sekarang, nanti malam kamu akan tidur bareng semut-semut itu lagi. Kamu mau?"
Sasha menggeleng. Mama membantu Sasha membereskan semut-semut merah di kolong ranjang. Sasha juga membersihkan ranjangnya. Sasha tak mau lagi digigit semut. Makanya, Sasha harus dengar kata Mama. Jangan membawa makanan ke dalam kamar. Apalagi makan di atas ranjang. Kalau tidak, Sasha bisa bentol-bentol setiap hari.
"Maaf, yah, Ma... Sasha nggak akan bawa cemilan lagi ke kamar." kata Sasha. Mama tersenyum dan berkata, "Kecuali kalau kamu mau satu ranjang dengan semut!"


0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.