Senin, 18 Oktober 2010

Junior the Whistler


This is Junior. 

He's a grumpy little boy who tries to be cool, but never succeeds. Junior loves to sing. But his voice is not so good. His friends shush him whenever he begins singing. So instead, he just hums and croons. Although he only hums, his friends do not like it. They said he sounded like a parakeet. So instead of humming, he begins to whistle. To his surprise, his friends like his whistling and ask him to whistle again and again. Junior has now found his muse. 

Because Junior found out that his whistling sound very cool, he becomes confident with his skill. He hums 30 times a day. Do you know what he always whistles? He whistles Twinkle Twinkle Li'l Star. It's his favorite. He whistles Twinkle Twinkle 30 times a day! He never stops whistling, until one day, one of his friends told him to stop. "Can't you see your lips? Look!" He handed Junior a mirror! Junior felt humiliated. Because it's the way his lips are. Not because he whistles too much. 30 times a day! Remember?

"Stop it, Junior! Your lips are swollen! You look like an octopus!" His friend laughed at him. But Junior never gives up. "Leave me alone!" cried Junior. He was always grumpy, ever since he found his unique ability--whistling, he becomes less grumpy. "Whistling makes me happy." said Junior one day. "Better than wrestling." His friend added, smiling. "You're the best whistler, Junior." 

Once there was a whistling competition. Junior was very keen to join. But you know what? He's got canker sore on his upper lip! So every time Junior tried to whistle, he felt pain on his upper lip. And his whistling didn't sound that good anymore. Junior was very sad. "This is why I told you to eat fruits and vegetables, Junior." Mom advised Junior. Junior nodded. "The competition is in a week. Can I get my normal lips back?" asked Junior to his mom. "Of course, Boy." said Mom giving Junior Vitamin C.

So Junior took the Vitamin C. He ate fruits and his vegetables, while he kept whistling for the competition. 

Senin, 30 Agustus 2010

Istana Mika Rusak!

Mika, Miko, dan mama pergi ke pantai. Mika senang sekali. 
Di pantai, Mika bisa membangun istana dari pasir. 
Miko bisa bermain bola, dan mama bisa berjemur.

Mika mengeluarkan ember dan sekop untuk membuat istana pasir. 
Miko berlarian sambil menendang-nendang bola. 
Mama bersantai di atas tikar. 

Istana Mika hampir selesai dibangun. 
Tiba-tiba, Miko yang sedang asyik mengejar bola tersandung dan terjatuh. 
Miko terjatuh di atas istana pasir! Istana Mika rusak. 
Lutut Miko luka, lecet karena terhantam kulit kerang.

Mika menangis kencang-kencang, lalu berlari dan mengadu ke mama. 
Miko menangis juga, kencang-kencang. 
Duduk di samping istana pasir yang rusak. 
Lututnya berdarah.

"Mama, istana Mika dirusak Miko!" jerit Mika sambil menangis. 
Lalu mama menjelaskan, "Mika, Miko tak sengaja. Ia terjatuh. Lihat, lututnya berdarah."

Miko masih terisak. Mama membersihkan luka Miko. 
Istana pasir Mika rusak, tapi Mika sayang Miko. 
Jadi, Mika mengusap air mata Miko. "Miko, tak apa-apa?" kata Mika menenangkan adiknya. 
"Anak laki-laki harus kuat!" kata mama mengobati lutut Miko.

Miko, minta maaf sama Mika. Karena ia tak hati-hati bermain, istana Mika rusak.
Mika, minta maaf juga sama Miko. Karena Mika sudah marah sama Miko.

Mama bilang, "Istana pasir akan cepat rusak dan hilang terbawa ombak. Tapi Miko tidak. Miko akan selalu ada di hati Mika dan mama. Jadi, kita harus saling memaafkan."

Kamis, 22 April 2010

Sasha Suka Ngemil!




Sasha sangat suka ngemil. Makanan kesukaannya adalah es krim stroberi, coklat kacang, dan biskuit. Lihat kulkas Sasha, hampir semua isinya adalah makanan manis punya Sasha. 

Di kulkas atas ada es krim stroberi, vanila, dan coklat. Di kulkas bawah, ada biskuit stroberi, wafer pisang, dan susu coklat. Kamu tahu? Sasha bisa menghabiskan semuanya sendirian!

"Sasha, kalau makan terlalu banyak, nanti kamu jadi sakit perut. Dan, jangan bawa makananmu ke dalam kamar. Nanti banyak semut." kata Mama menasehati Sasha. Tapi bukannya mendengarkan Mama, Sasha malah membawa makanan itu ke kamarnya diam-diam. Ia menaruh biskuit stoberi, wafer pisang, coklat, dan susu di bawah ranjangnya. Karena takut ketahuan Ibu, Sasha menutupinya dengan handuk kecil.

Di malam hari, Sasha makan biskuit-biskuit itu di atas ranjang. Sasha juga diam-diam mengambil eskrim stroberi dari kulkas atas. Karena ia kurang tinggi, Sasha memanjat kursi dan menyimpan es krim stroberi di kantong baju tidurnya.

"Hm, enaknya makan di atas ranjang!" kata Sasha menjilati es krim stroberinya. Es krimnya menetes-netes ke baju dan ke atas ranjang, tapi Sasha tidak tahu. Sasha pun tertidur dengan ranjang penuh remah-remah biskuit.

Paginya, Sasha sangat kaget. "Mamaaa... Badanku merah-merah semua!" Sasha menjerit. Ia menggaruk lengannya yang bentol-bentol. 

"Kenapa badanmu merah-merah begitu, Sha? Jangan digaruk-garuk." kata Mama mengolesi lengan Sasha dengan minyak kayu putih. Mama melihat baju Sasha yang penuh coklat dan bekas es krim. "Sasha, bilang sama Mama. Kamu habis ngapain?"

Sasha takut bilang. Ia tak mau Mama tahu tentang cemilan di bawah ranjang. Jadi, Sasha cuma diam. Tapi mama langsung menengok ke kamar Sasha. Dan mama terkejut sekali. Ada barisan semut merah sedang bergerak menuju kolong ranjang Sasha. Bukan cuma itu, semut-semut lain juga sudah mengerumuni remahan biskuit di atas ranjang tempat Sasha tidur! Mama menemukan bungkus biskuit, kotak susu coklat, dan bungkus es krim yang disembunyikan Sasha di kolong ranjang.

"Oh, jadi ini yang bikin Sasha bentol-bentol." kata Mama menggeleng-gelengkan kepala. Sasha tertunduk. "Iya, Ma, semut-semut itu nakal. Mereka gigit aku." sahut Sasha menyalahkan semut-semut.

"Sasha, kamu tahu? Semut suka makanan manis. Dan kamu yang membuat semut-semut itu datang. Bukan semutnya yang nakal. Sekarang, lihat kan? Badanmu jadi bentol-bentol dan kamarmu jadi sarang semut. Kalau kamu nggak bersihkan sekarang, nanti malam kamu akan tidur bareng semut-semut itu lagi. Kamu mau?"

Sasha menggeleng. Mama membantu Sasha membereskan semut-semut merah di kolong ranjang. Sasha juga membersihkan ranjangnya. Sasha tak mau lagi digigit semut. Makanya, Sasha harus dengar kata Mama. Jangan membawa makanan ke dalam kamar. Apalagi makan di atas ranjang. Kalau tidak, Sasha bisa bentol-bentol setiap hari. 

"Maaf, yah, Ma... Sasha nggak akan bawa cemilan lagi ke kamar." kata Sasha. Mama tersenyum dan berkata, "Kecuali kalau kamu mau satu ranjang dengan semut!"