Mika, Miko, dan mama pergi ke pantai. Mika senang sekali.
Di pantai, Mika bisa membangun istana dari pasir.
Miko bisa bermain bola, dan mama bisa berjemur.
Mika mengeluarkan ember dan sekop untuk membuat istana pasir.
Miko berlarian sambil menendang-nendang bola.
Mama bersantai di atas tikar.
Istana Mika hampir selesai dibangun.
Tiba-tiba, Miko yang sedang asyik mengejar bola tersandung dan terjatuh.
Miko terjatuh di atas istana pasir! Istana Mika rusak.
Lutut Miko luka, lecet karena terhantam kulit kerang.
Mika menangis kencang-kencang, lalu berlari dan mengadu ke mama.
Miko menangis juga, kencang-kencang.
Duduk di samping istana pasir yang rusak.
Lututnya berdarah.
"Mama, istana Mika dirusak Miko!" jerit Mika sambil menangis.
Lalu mama menjelaskan, "Mika, Miko tak sengaja. Ia terjatuh. Lihat, lututnya berdarah."
Miko masih terisak. Mama membersihkan luka Miko.
Istana pasir Mika rusak, tapi Mika sayang Miko.
Jadi, Mika mengusap air mata Miko. "Miko, tak apa-apa?" kata Mika menenangkan adiknya.
"Anak laki-laki harus kuat!" kata mama mengobati lutut Miko.
Miko, minta maaf sama Mika. Karena ia tak hati-hati bermain, istana Mika rusak.
Mika, minta maaf juga sama Miko. Karena Mika sudah marah sama Miko.
Mama bilang, "Istana pasir akan cepat rusak dan hilang terbawa ombak. Tapi Miko tidak. Miko akan selalu ada di hati Mika dan mama. Jadi, kita harus saling memaafkan."

